fbpx
089505043410 info@mbproperti.co.id

Pertengkaran dalam rumah tangga menjadi suatu hal yang lumrah terjadi. Namun terkadang, sebagian orang menyikapinya dengan diam saja dengan maksud agar pertengkaran tersebut tidak berlanjut.

Padahal, sikap menarik diri atau silent treatment tersebut dapat mengakibatkan kualitas hubungan yang semakin renggang. Tak hanya itu, dilansir dari Medical News Today dalam sebuah studi tahun 2012, silent treatment saat pertengkaran dalam rumah tangga terjadi menyebabkan pasangan memiliki harga diri, rasa memiliki, dan makna yang lebih rendah dalam hidup mereka.

Memutuskan untuk berdiam diri dan merajuk hanya akan membuat masalah semakin besar dan tak kunjung selesai. Karena itu agar hubungan kembali mencair, berikut ini 5 cara menghadapi suami yang diam saja saat marah, dikutip dari Healthline dan All Pro Dad.

1. Jangan terlalu cepat berasumsi

Biasanya, ketika mendapati suami yang diam, kamu pasti cenderung menduga-duga yang menjadi penyebab masalahnya. Kamu jadi mudah terbawa emosi dan ikut diam akibat asumsi yang kamu ciptakan sendiri.

Karena hal itu, sang suami pun juga kemungkinan jadi enggan mengungkapkan masalahnya dan berpikir kembali untuk mencurahkan perasaanya. Oleh sebab itu, jangan terlalu cepat berasumsi ya. Berasumsi sendiri hanya akan mengganggu kualitas komunikasi antara kamu dan pasangan.

2. Beri waktu

Ketika suami sedang menghadapi suatu masalah, maka pikirannya akan kalut dan cenderung menyendiri untuk menjernihkan pikiran. Jika kamu memaksanya berbicara dalam situasi tersebut, hanya akan memperburuk emosi pasangan.

Coba pahami bahwa suami tidak dalam mood yang bagus untuk berbicara. Berilah ia waktu dan ruang sendiri untuk memikirkan masalahnya. Apabila moodnya sudah membaik, pasti suami akan kembali terbuka menceritakan masalahnya kepada kamu.

3. Jelaskan kepadanya pentingnya berkomunikasi

Setelah kondisi suami sudah mulai membaik, ajak ia berdiskusi. Beri tahu kepadanya bahwa sikap diamnya melukai kamu. Jelaskan pada pasangan, bahwa diam tidak dapat menyelesaikan masalah apapun, justru menimbulkan banyak kesalahpahaman.

Untuk sebagian pasangan mungkin beranggapan bahwa diam itu adalah emas, namun sebaliknya diam hanya akan merusak keharmonisan antara suami dan istri. Untuk itu, coba beri tahu suami dengan lembut tentang pentingnya komunikasi saat pertengkaran dalam rumah tangga terjadi.

4. Jadilah pendengar yang baik

Menjadi pendengar yang baik tidak semudah yang diucapkan. Sering kali ketika suami mulai terbuka, kamu malah menanggapinya terlalu cepat.

Padahal ketika pasangan sedang berada dalam suasana hati yang buruk, ia hanya ingin didengarkan bukan dimintai saran. Jika kamu buru-buru memutus obrolan, maka akan menimbulkan kesalahpahaman karena pesan yang disampaikan tidak benar-benar didengarkan sampai tuntas.

5. Jangan ragu untuk meminta maaf

Terkadang keheningannya datang dari kesalahan yang tidak disadari. Karena itu, turunkan ego dan cobalah untuk mengevaluasi diri tentang kesalahan apa yang telah diperbuat.

Jangan gengsi untuk menawarinya permintaan maaf lebih dulu. Tanyakan penyebabnya diam, ajukan permintaan maaf secara tulus dan lembut.